<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ARYANTO 165 © 2009 &#187; Mari Peduli</title>
	<atom:link href="http://aryanto165.com/tag/mari-peduli/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aryanto165.com</link>
	<description>Developer - Microsoft Visual FoxPro, Microsoft Visual Basic, html, PHP, MySQL, Web, eBook, Software, aryanto 165, Money, Internet, Business, Education, Article, Journal, Story, Tips and Tricks</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Aug 2010 05:52:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Aksi Kemanusiaan Peduli Ummi Darmianti</title>
		<link>http://aryanto165.com/2010/01/27/aksi-kemanusiaan-peduli-ummi-darmianti/</link>
		<comments>http://aryanto165.com/2010/01/27/aksi-kemanusiaan-peduli-ummi-darmianti/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jan 2010 14:57:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anto2k</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Mari Peduli]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aryanto165.com/?p=379</guid>
		<description><![CDATA[<p>Ummi Darmiati, bocah kelas enam sekolah dasar, hanya bisa terbaring lemas di  bangsal Rumah Sakit Umum Daerah Mamuju, Sulawesi Barat. Ratusan ulat-ulat ganas  terus menjalar ke sekujur tubuhnya. Korban bahkan merasakan sakit hingga di  dagu, kepala, lengan dan pahanya.</p>
<p>Sejak terserang penyakit aneh ini,  menurut Suryani&#8211;ibunda Ummi, sang anak dikucilkan dari pergaulan teman-teman [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ummi Darmiati, bocah kelas enam sekolah dasar, hanya bisa terbaring lemas di  bangsal Rumah Sakit Umum Daerah Mamuju, Sulawesi Barat. Ratusan ulat-ulat ganas  terus menjalar ke sekujur tubuhnya. Korban bahkan merasakan sakit hingga di  dagu, kepala, lengan dan pahanya.</p>
<p>Sejak terserang penyakit aneh ini,  menurut Suryani&#8211;ibunda Ummi, sang anak dikucilkan dari pergaulan teman-teman  sekolahnya. Upaya keluarga mengurangi rasa sakit dengan cara mencopoti ulat-ulat  dari tubuh Ummi pun tak membuat populasi ulat di tubuh korban  berkurang.</p>
<p>Ummi sudah dua tahun menderita penyakit ini, namun tidak  pernah dibawa ke RS untuk dirawat karena faktor ekonomi keluarga. Korban baru  dilarikan ke RS sejak lima hari lalu, setelah jatuh pingsan karena kondisi  tubuhnya terus melemah.</p>
<p>Anehnya, walaupun sudah lima hari dirawat, pihak  RS belum memberitahukan keluarga korban jenis penyakit yang menyerang sang  bocah. Salah satu petugas RSUD Mamuju, Tabita, menjelaskan sejak korban tiba di  RS langsung dirujuk dokter ke Makassar untuk mendapatkan perawatan maksimal,  namun karena alasan biaya keluarga korban menolak.</p>
<p>Lantaran frustrasi,  semula korban akan dikembalikan keluarganya ke kampung halamannya di Kecamatan  Tabulahan, Kabupaten Mamasa, Sulbar. Namun ditahan dokter karena alasan bisa  membahayakan kesehatan korban. Korban kini dirawat dengan fasilitas dan  pengobatan seadanya.Jika belatung-belatung liar beraksi, Ummi terkadang pingsan  karena tak tahan rasa sakit. Untuk mengurangi rasa sakit di tubuhnya, keluarga  korban terus mencabuti belatung-belatung yang muncul ke permukaan luka  Ummi.Namun, mencabuti belatung dari tubuh Ummi bukan hal mudah. Sebab, Ummi  merasa seperti ditusuk paku saat belatung ditarik dari badannya. Karena alasan  biaya, hingga kini keluarga enggan membawa Ummi ke RS di Makassar. Keluarga  hanya berharap penyakit limfadenitis TB atau TBC kelenjar yang diakibatkan lalat  ini bisa sembuh dengan pertolongan tuhan.</p>
<p>Direktur RSUD Mamuju, dokter  Titin Hayanti menyebutkan sejak ditangani dokter dengan fasilitas seadanya, luka  korban mulai tampak mengering. Hanya saja, belatung masih ditemukan. Ia  menambahkan, luka Ummi yang menahun dan tak mendapatkan penanganan medis menjadi  tempat penyebaran telur lalat hingga menjadi belatung-belatung  ganas.</p>
<p>Liputan6.com</p>
<p>berita terkait: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3222766</p>
<p><object type="application/x-shockwave-flash" data="http://www.youtube.com/v/hK5JlK4Lbbw&#038;fs=1" width="425" height="344"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/hK5JlK4Lbbw&#038;fs=1" /><param name="FlashVars" value="playerMode=embedded"/><param name="wmode" value="transparent"/></object></p>
<img src="http://aryanto165.com/?ak_action=api_record_view&id=379&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aryanto165.com/2010/01/27/aksi-kemanusiaan-peduli-ummi-darmianti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
